Tingkatkan Produksi Hortikultura, Pemprov Jatim Jalin Kerjasama Dengan Prancis

Surabaya (KN) - Guna meningkatkan produksi di bidang sektor hortikultural seperti buah–buahan dan sayuran pada 2013 mendatang, Pemprov Jatim bekerjasama dengan negara Prancis akan membangun kawasan hortikultura bebasis inovasi di kawasan Gresik Utara yaitu mengembangkan mangga hasil okulasi atau perpaduan antara mangga arum manis dan mangga cokonan (mangga Prancis.Perlu diketahui, kawasan tersebut merupakan area gersang dan income per kapita per penduduk sangat rendah. Total lahan yang akan dikembangkan di kawasan tersebut mencapai 2.000 hektar lebih.

Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Jatim Mohammad Ardi P usai MoU perwakilan Prancis di Pemprov Jatim, Jumat (30/11) mengatakan, pengembangan kawasan Gresik utara masuk dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang dicanang oleh Pemerintah Pusat. Untuk menuju hal itu, diperlukan pembangunan infrastrukur.

“Memang pengembangan kawasan Gresik Utara ini tidak masuk dalam RPJMD Jawa Timur. Namun Presiden sudah menyatakan kawasan ini masuk dalam Kawasan Industri Inovasi Gresik Utara. Oleh karena itu pengembangan ini masuk dalam MP3EI yang dicanangkan pemerintah pusat. Tahun 2013 proyek ini akan mulai realisasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk kawasan inovasi Gresik Utara ini akan dirintis pengembangan perkebunan mangga, yakni Mangga Cokanan. Mangga tersebut khusus dibudidayakan untuk ekspor. Dengan adanya pengembangan kawasan ini akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Jatim yang mencapai 7,5 persen pada tahun 2013. Termasuk ada peningkatan income per kapita penduduk.

“Saat ini di kawasan tersebut Income per kapitanya sekitar Rp10 Juta per tahun dan rata-rata penduduknya bermata pencahrian buruh tani dan petani musiman. Dengan adanya pengembangan kawasan inovasi Gresik diharapkan mampu mencapai Rp 75 Juta per tahun,” paparnya.

Untuk mendukung percepatan, setiap investasi didukung oleh infrastruktur. Karena memang kawasan tersebut gersang maka yang dibutuhkan adalah pembangunan waduk. Progresnya, sudah ada penyiapan lahan sekitar 50 hektar. Pemprov Jatim sedang melakukan penyiapan dokumen Amdal dengan Pemerintah Kabupaten Gresik. “Kita juga didukung oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag),” ujarnya.

Direktur Utama PT Galasari Gunung Swadaya, Jauhar Arifin mengatakan mangga persilangan ini nantinya fokus untuk ekspor. “Cina, Jepang dan Korea, sangat menyukai. Tapi selama ini pasokannya masih minim,” ujarnya

Karenanya, kerjasama ini nantinya juga melibatkan masyarakat di kawasan Gresik Utara yang diharapkan mampu menanam mangga jenis ini di lahan seluas 2 ribu hektar. Selain menambah luasan lahan, petani juga akan diajarkan cara baru merawat mangga tersebut.

Direktur Badan Pelaksana Pasar Induk Puspa Agro Susono mengatakan, para petani juga akan diberikan bibit baru dengan jenis yang lebih tahan hama dan hasil yang lebih baik. “Bibit akan kita sediakan, jadi petani tinggal menanam dan merawat,” ujarnya

Untuk menjaga harga, petani juga akan diberikan teknik-teknik khusus sehingga masa panen tidak bersamaan. Dengan pengaturan ini, masa panen diharapkan bisa sepanjang tahun sehingga ketersediaan mangga bisa terjaga dan tidak menumpuk dihanya satu musim saja, “Kalau mangga menumpuk, harganya malah hancur. Jadi panen harus diatur sebaik mungkin,” ujarnya.

Selain itu, petani juga tidak perlu repot memikirkan kemana mereka akan menjual mangga, karena mangga tersebut akan langsung dibeli PT Galasari untuk di ekspor. (yo)

Tags: , , , ,

Artikel Terkait

Bagikan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*