Sembilan Mantan Anggota DPRD Pacitan Mangkir dari Panggilan Jaksa

Pacitan (KN) - Sembilan mantan anggota DPRD Pacitan, Jawa Timur, yang menjadi terpidana korupsi APBD 2001, mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) tanpa disertai alasan jelas, sehingga eksekusi penahanan belum dilakukan. Hal ini dikatakan oleh Kasi Intelijen Kejari Pacitan, Prabowo Aji, Selasa (4/12) “Kami belum mendapat informasi alasan mereka tidak datang sehingga rencana eksekusi terpaksa ditunda,” terangnya.

Lebih lanjut Prabowo menjelaskan, surat panggilan eksekusi telah dilayangkan sejak sepekan lalu. Setelah ini, Kejaksaan Negeri Pacitan berencana melayangkan kembali surat panggilan eksekusi kepada para terpidana.

Ditambahkanyya, jika hingga tiga kali panggilan resmi tetap tidak diindahkan, pihaknya akan melakukan eksekusi paksa dengan cara menjemput kesembilan terpidana ke rumah/kediaman masing-masing. “Sesuai teknis pelaksanaan eksekusi, surat panggilan akan kembali diberikan hingga tiga kali. Jika sampai panggilan terakhir tidak datang, para terdakwa akan dijemput paksa,” tegasnya.

Sekedar informasi, eksekusi dilakukan sesuai vonis hukuman tetap Pengadilan Negeri Pacitan yang dikuatkan oleh putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya tahun 2008. Dalam vonis saat itu, majelis hakim memutuskan para terpidana dihukum selama satu tahun penjara dan subsider tiga bulan kurungan. Selain itu, mereka juga diharuskan membayar denda antara Rp48 juta- Rp50 juta.

Sembilan terpidana yang akan dieksekusi tersebut, sebagaimana amar putusan Mahkamah Agung nomor 1005K/PID.SUS/2008, masing-masing Narto, Sugijo, Alfiah, Lukman Al Hakim, Suharto, Agus Sadianto, Soewahab, Djoemari, dan Heru Suwarna.

Sembilan orang tersebut merupakan bagian dari 45 orang mantan anggota legislatif, minus fraksi TNI/Polri, yang divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi APBD tahun 2001 silam. Mereka akan dieksekusi setelah upaya kasasinya ditolak Mahkamah Agung (MA) pada 2008. (gus)

(Sumber berita Kejaksaan RI)

Tags: , , ,

Artikel Terkait

Bagikan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*