Polrestabes Temukan Surat Tanah Eigendom Verponding Palsu

Surabaya (KN) - Tim Unit Harta Benda (Harda) Polrestabes Surabaya, Senin (10/11) men datangi kantor badan pertanahan Nasional (BPN). Ini terkait penangkapan Rudy Santoso (46), warga Jl Darmo Rejo III-N/24 Surabaya, mafia tanah yang kerap melakukan pemerasan terhadap pemilik tanah dan rumah peninggalan Belanda dengan Eigendom Verponding (Sertifikat tanah jaman Belanda).

Dikantor BPN Surabaya, polisi melakukan pemeriksaan keaslian beberapa fotokopi Eigendom Verponding termasuk surat tanah di jalan Kartini. Hasilnya, enam buku tanah milik Rudi, berbeda dengan buku tanah yang ada di BPN.  “Keenam Eigendom Verponding milik tersangka ternyata berbeda dengan data yang ada di BPN,” terang Kanit Harda, AKP Yunus Saputra.

Dijelaskannya, di BPN pihaknya menemukan beberapa perbedaan antara fotokopi Eigendom Verponding milik tersangka dan yang asli milik BPN.  “Perbedaannya mencolok. Salah satunya adalah data pengecekan tanah. BPN mencatat, tanah tersebut telah di cek empat kali, sedangkan di fotokopi buku tanah tersangka baru dua kali,” AKP Yunus.

Terkait temuan 6 fotokopi Eigendom Verponding milik tersangka. Yunus mengatakan, keenam Eigendom Verponding tersebut rata-rata lahan kosong dengan ukuran yang sangat luas. “Kami sudah chek ke lokasi, ternyata mereka mengincar lahan kosong, yang ukurannya luas, minimal tiga hektar,” jelasnya.

Polrestabes Surabaya Harda akan terus mengembangkan kasus ini. Pasalnya, tidak menututp kemungkinan para mafia tanah lainnya juga memanfaatkan Eigendom Verponding palsu untuk melakukan penipuan dan pemerasan terhadap pemilik rumah atau tanah yang sah.

“Kita masih melakukan pengembangan yang lainnya. Diharapkan masyarakat lebih waspada jika berurusan dengan surat-surat tanah atau rumah. Sebab bisa saja itu palsu,” ujarnya. (wan)

Tags: , , ,

Artikel Terkait

Bagikan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*